Sunday, November 06, 2011

23:12

Sejujurnya saya ingin bercerita banyak, tapi saking banyaknya ada hal yang saya lupa dan ada hal yang saya bingung mau ditulisnya kaya gimana. Bingung buat ngumpulin cerita-cerita yang udah lewat, padahal itu pengen banget saya tulis, pengen banget saya baca di kemudian hari, jadi kenangan, ketawa dalam hati, sendirian juga gpp, yang penting saya seneng bacanya.

Cuma, aduh susah ya buat di tulisnya.
Yang pasti, saya ingin cepat-cepat hari senin besok, ketemu teman-teman saya anak divisi, latihan lagi, nongkrong lagi. Tapi, saya ngga mau cepet-cepet hari rabu.

Nanti saya cerita lewat foto-foto aja kali ya, biar lebih gampang.
bye

Friday, October 28, 2011

Thursday, October 27, 2011

Random

Maafkan aku, karena tidak dapat menjadi teman berdebat untukmu.
Maafkan aku, karena tidak pintar untuk membaca kondisimu.
Maafkan aku, karena aku bukanlah siapa-siapa.
Maafkan aku, karena aku tidak mengerti tentang segala hal yang terjadi di sekitarmu.
Maafkan aku, karena tidak dapat menjadi orang untuk kamu percaya.
Maafkan aku, karena aku tidak dapat menjadi orang yang menarik dan dapat mengalihkan perhatianmu dari kesenanganmu.

dan banyak maaf yang dapat disampaikan namun tak dapat dituliskan lagi.



Sunday, October 16, 2011

1:32

Karena tidak merasakan maka itu akan menjadi sebuah lelucon bagi kalian. Saya harap kalian lebih berhati-hati dalam membuat lelucon bagi teman anda. Karena tidak semua hal bisa diterima dengan hangat. Pintar-pintarlah untuk membaca situasi dan kondisi orang-orang di sekitar kalian. Karena untuk mengamati dan memahami adalah pelajaran utama untuk berteman.

Sunday, July 10, 2011

Lantas apa yang mau dilakukan.

Dia telah bersama wanita lain. Bersenang-senang diatas kepedihan hatiku. Bodohnya aku yang gemar merasakan siksa dari kebahagiaan mereka. Namun apa yang harus aku lakukan saat ini? Dia berkata hidupnya hancur bersama wanita itu. Jenuh, katanya.

Sayang, katanya. Aku yakin kata itu tidak hanya terucap untukku, tapi juga untuk wanitanya. Tidak ada pilihan bagiku selain meninggalkannya. Apa daya bekas cakarannya masih membekas di tanganku.


Wednesday, July 06, 2011

Penghibur

Dia bernama Delima, bekerja sebagai wanita penghibur. Penghibur dalam arti yang sebenarnya. Walaupun tidak memiliki kemampuan sebagai pelawak ataupun pesulap. Tapi ia handal untuk membuat orang lain tertawa dan menyulap hati muram menjadi gembira. Dia berusaha untuk membuat orang lain gembira, sangat gembira. Semua orang menyayanginya, karena dia seorang penghibur.

Hari itu suram baginya. Dia sudah terlalu lelah berpura-pura bahagia karena orang lain butuh hiburan darinya. Dia butuh hiburan. Perlu baginya untuk mendapat hiburan.

Berlarilah dia ke danau, mencari lelaki penghibur yang terkenal di danau itu.
Ada ia disana sedang duduk terdiam, memandang ke arah Delima. Berjalan ia menghampiri Delima. Tersenyumlah ia melihat wanita penghibur, Delima.

Delima memandang dan tersenyum, lalu sedetik kemudian raut mukanya berganti. Murung.
Lama Delima menatap, tak kunjung sadar lelaki ini Delima butuh di hibur.


Dia bernama Oscar, bekerja sebagai lelaki penghibur. Penghibur dalam arti yang sebenarnya. Walaupun tidak memiliki kemampuan sebagai pelawak ataupun pesulap. Tapi ia handal untuk membuat orang lain tertawa dan menyulap hati muram menjadi gembira. Dia berusaha untuk membuat orang lain gembira, sangat gembira. Semua orang menyayanginya, karena dia seorang penghibur.

Suatu hari ia kedatangan tamu istimewa, Delima namanya. Wanita itu terkenal sebagai wanita penghibur. Melihat Delima datang dengan mukanya yang masam ia pun heran.

Hanya saja tak ada keberanian untuk memberikan hiburan baginya. Wanita itu terlalu sulit ditebak. Maka dari itu ia hanya diam.

Delima memberitahukan sesuatu yang membuatnya sedih. Namun Oscar mengacuhkan kesedihannya. Makin dibuatnya Delima menjadi sedih. Akhirnya Delima hanya bisa diam.
Padahal ia butuh hiburan. Tak puas dengan hanya hiburan, Delima ingin hatinya dirangkul.

Disampaikanlah keinginannya kepada Oscar. Kembali lagi, Oscar mengacuhkan.

Saturday, June 18, 2011

Di dalam mimpi saya, saya sedang bermimpi. Saya berteriak dan menangis di dalam mimpi saya. Ada dua orang yang saya kenal berada di dalam mimpi saya ketika saya menangis. Mereka ikut menangis bersama saya pada saat itu. Ada orang yang ternyata jahat selama ini, namun senyumnya manis luar biasa. Saya sedih, dua orang yang saya kenal pun ikut bersedih.
Saya tidak mau mimpi saya ternyata terbawa sampai saya bangun nanti, saya takut kalau-kalau selama ini kamu seperti itu. Apalagi sebentar lagi kamu pergi tanpa saya, saya takut kalau ternyata kamu seorang pembunuh berkedok pendeta.

Yang saya mau. Dengarkan saya, dengarkan saja tanpa harus memberikan komentar apapun. Saya hanya butuh didengar saat ini. Percaya sama saya, orang yang benar-benar sayang pada saya dan saya pun sayang mereka, tidak akan pernah saya sengaja untuk menyakiti mereka. Percaya sama saya. Itu aja.

Sunday, June 05, 2011

Selain Sayang




Dari dia yang mencintai dengan sepenuh hati.

Monday, March 14, 2011

Ini 2011, bung!


Fesbuk memang canggih. mau bukti?




muka patung pun sekarang bisa di tag!

Wednesday, March 09, 2011

< >

masalah yang kaya gini nih yang justru bikin diem-dieman. cuma karena kangen tapi ga mau ngomong, akhirnya maksa eh taunya malah jadi berantem. Ada masalah gede cuma dibecandain, yang kecil dijadiin masalah besar. Pasti ga mau disalahin. Ya iyalah!



Sunday, March 06, 2011

EPM



Ini Egi.
hobinya pamer.
pamer habis beli jersey tapi taunya kalah
pamer kumisnya dicukur tapi ternyata bohong
pamer punya pacar
jerawat juga dipamer-pamerin
itu Egi.

Saturday, February 26, 2011

Terima Kasih

Maka rusaklah sudah hari yang selama ini ditunggu-tunggu.

Wednesday, February 09, 2011

8 Februari

Hari ini bukan 1 Januari.
Dimana, banyak orang merayakan tahun baru dengan meniupkan terompet dan bermain kembang api.

Bukan Imlek. Dimana, bocah kecil bermata sipit berteriak kegirangan minta angpao.

Bukan Lebaran, dimana takbir berkumandang, semua orang bersalam-salam meminta maaf di hari yang suci. Kembali ke fitrah. Menyantap ketupat lengkap dengan opor ayamnya.

Bukan Idul Adha, sapi, kambing harus ikhlas untuk disembelih.

Bukan pula Natal yang sangat dinantikan sejuta anak baik. harap-harap cemas menanti hadiah dari sinterklas.

Bukan Nyepi yang kita harus diam sepanjang harinya.

Hari ini tanggal 8 Februari 2011

Hari ini 21 tahun Egi dan 20 tahun Rara

Selamat selamat selamat!

Saturday, February 05, 2011

Namanya juga, Ibu.

' Mama, sedang di dapur memasak untuk makan siang, dan Rara berjalan menuju dispenser tepat disebelah kompor'

Rara : (ambil air dingin)
Mama : (sambil numis tempe) " Mandi, coba Rara."
Rara : (diem aja sambil minum)

'Kemudian Rara berjalan menuju tempat jemuran handuk dan mengambil handuknya. Kembali melewati Mama yang sedang asik menumis. Handuk dipundak, Mama melihat Rara, dan...'

Mama : " MAU KEMANA?"
.....

'Disuruh mandi, eh sudah ambil handuk malah dicurigai'

Tuesday, February 01, 2011

01/02/2011


what it feels? having the same birthday with your boyfriend?

Sunday, January 16, 2011

OH HOLY-DAYS!

11.1.11
SELAMAT DATANG DI YOGYAKARTA!


Sunday, January 09, 2011

1

"JAN-U-ARY,
I love January.
Oh, JAN-U-ARY!
I can spell it, too.
With a J–A here,
And a N–U there.
Here an A, there an R,
Everywhere a Y,
Oh, JAN-U-ARY!
I love January!"


- Sung to the tune of "Old McDonald Had a Farm."

Wednesday, December 22, 2010

W/R/ONG/IGHT

Aku bilang benar, selalu salah. Lebih baik aku bilang salah, tetap salah sih. Tapi, bisa dianggap benar.

kenapa ya?

Thursday, December 16, 2010

Busuk

Kamu datang selalu disaat yang tidak tepat, sayang. 1+1 hampir menjadi 2. Sempurna! Tapi rusak karena hasutan-hasutan manis nan menyakitkan. Loh, air mata ini jatuh tanpa siksaan sedikit pun, terjatuh karena bahagia, tertahan karena kesedihan. Saya yang sakit, kamu yang merasakan. Saya yang senang, kamu tidak ikut merasakan. Senang, sedih mu, aku yang menceritakan.

Hilang, berjanji tak akan ditemukan. tak dicari pun ya sudah, saya hidup kok. Kemudian, berjalan lah masing-masing, ke barat ke timur peduli apa? sama-sama ke utara pun, biarkan.

Diam-diam mengikuti, akhirnya gaduh juga muncul mata dan mata. Debu hilang, semua tertawa dan bercerita. Akhirnya bergandeng tangan menuju selatan. Baik semuanya, tidak lecet sedikitpun. Seperti baru, masih segar. Lupa, pernah mendengar air mata.

Hilang. lagi? saya pikir pintu ini terkunci. Memang! heran, kamu bisa duduk tanpa ucap salam. Katanya saya tuli, padahal kamu yang buta. Pikir ini wc umum? itupun bayar. kamu bayar? makan saja pinjam tangan ibu. Alasan butuh saya. Mau apa minta lagi? Santai, santai, tapi lain maksud.

Terlalu a i u dan e o. Bilang saja 1, nanti aku berikan 3.
Curi lagi? lawan-mu licik. Belum sampai setengah sudah teler. Kamu? hampir 100 masih bugar.

kamu menang. busuk!

Thursday, December 02, 2010

Desember

Rabu, 1 Desember 2010

Semangat pada awalnya. Tapi saya lewatkan harinya dengan penuh kekesalan. Berharap sebelum hari berganti mendapatkan sesuatu yang membuat saya senang dan tidur dengan nyenyak.

***

oh, tetap mengesalkan rupanya.

mungkin memang tanggal 1 Desember 2010 saya harus menyebalkan jadi saya bisa melewatkan tanggal 2 hingga 31 Desember 2010 nanti dengan menyenangkan.

sangat menyenangkan. Amin